Showing posts with label rambut rontok. Show all posts
Showing posts with label rambut rontok. Show all posts

Ternyata Ini Alasan Rambut Rontok Saat Pandemi Covid-19 dan Cara Menanganinya


KartuVIPQQ -  Anda mungkin bercanda dengan teman tentang bagaimana lockdown menambah stres dan membuat rambut rontok. Tapi nyatanya memang benar terjadi, baik pada orang yang pernah sakit ataupun tidak.

Menurut ahli perawatan rambut rontok di klinik Philp Kingsley memang telah terjadi pola yang mengganggu dalam beberapa bulan terakhir sejak awal epidemi COVID-19.

"Itu karena suhu tinggi, alopecia pasca-demam. Pemulihan bisa lebih lama dari pada kasus biasa karena pasien mungkin tetap sakit untuk jangka waktu yang lama. Orang yang menderita harus mencari produk perangsang yang ampuh." kata Lisa Caddy, Konsultan Trikolog di Philip Kingsley Trichological Clinic.

Tak hanya Lisa, menurut dokter kulit Dr. Daniel Belkin, “Saya telah melihat beberapa orang dengan rambut rontok yang memberi tahu saya bahwa mereka didiagnosis dengan COVID dan dirawat di rumah sakit, biasanya 3-5 bulan sebelum kunjungan mereka dengan saya. Saya tidak yakin saya akan menyebut kasus ini lebih ekstrim dari biasanya, tetapi kerontokan rambut masih relatif mendadak dan menakutkan bagi pasien. "

Menurut pengakuan pasien-pasien tersebust, kerontokan rambut masih menjadi hal yang mengejutkan samapi mereka takut untuk menyisirnya karena terlalu rapuh. Itu karena biasanya kerontokan sangat terlihat saat menyisir rambut atau saat mandi. Bahkan beberapa sampai bisa melihat kulit kepala mereka di balik rambut yang sebelumnya tak pernah nampak.

“Masuk akal jika orang mengalami kerontokan rambut, yang dikenal sebagai telogen effluvium, setelah COVID-19 karena beberapa alasan,” jelas Jared Reynolds, pendiri Zenagen.com.

Masalahnya adalah bahwa rambut rontok itu sendiri seringkali menyebabkan lebih banyak stres, yang menyebabkan lebih banyak kerontokan.

Selain itu, rambut rontok dapat menjadi efek samping yang umum dari obat yang digunakan untuk mengobati COVID-19, seperti steroid dan remdesivir.

"Kabar baiknya adalah kami memperkirakan kerontokan rambut ini hanya sementara dan akan hilang dalam enam hingga sembilan bulan.” ujar Reynolds.

Bahkan jika kita tidak dites positif COVID-19, kita semua berada di bawah tekanan yang jauh lebih banyak daripada biasanya karena takut akan penyakit, gangguan gaya hidup, dan hal-hal yang tidak diketahui di masa depan.

Adapun hal-hal yang memengaruhi rambut rontok selama COVID-19 adalah sebagai berikut beserta alasannya, dilansir dari yourtango.

1. Demam


“Kami tahu orang yang mengalami demam tinggi sering memasuki fase pelepasan (shedding phase) selaras, atau telogen effluvium, kira-kira 6 minggu setelah dimulainya demam,” ungkap Ahli Bedah Pemulihan Rambut Dr. Alan J. Bauman. Shedding ini bisa berlangsung beberapa minggu sebelum normalisasi.

2. Stres dan kecemasan

Stres memiliki efek luas pada banyak sistem organ, termasuk saluran pencernaan, otak, dan folikel rambut. "Kadar kortisol yang tidak normal juga dapat mempengaruhi fungsi folikel rambut," tambah Bauman. Meskipun stres sering kali menjadi penyebab utama kerontokan rambut, ada juga kondisi mendasar yang dipicu oleh stres. Jadi, stres bukanlah akar masalahnya, tapi bisa menjadi pemicunya.

3. Gangguan nutrisi

“Tubuh Anda mengeluarkan banyak energi untuk pertumbuhan rambut, jadi gangguan nutrisi karena kualitas atau kuantitas asupan, serta apa pun yang memengaruhi malabsorpsi, termasuk gangguan mikrobioma usus, dapat berdampak buruk pada populasi metabolisme rambut yang tinggi pada folikel di kulit kepala,” jelas Bauman.

4. Gangguan tidur

Stres karena kehilangan pekerjaan, merasa tidak aman saat bekerja dan isolasi dapat memengaruhi tidur Anda. "Penelitian baru menunjukkan bahwa kontrol lokal yang kompleks dari kronobiologi siklus folikel rambut juga dapat dipengaruhi oleh ritme sirkadian alami otak," ungkap Bauman. Ini mungkin menjelaskan mengapa pekerja shift malam,traveler mengalami gangguan tidur (sulit tidur, sulit tidur, atau gangguan fase tidur) hingga dapat mengalami kerontokan rambut kronis dan gejala kerontokan rambut lainnya.

5. Perubahan sirkulasi darah

COVID-19 telah dikaitkan dengan pembekuan darah dan masalah aliran darah. Darah yang mengalir ke kulit kepala juga penting untuk kesehatan kulit kepala dan rambut. Berkurangnya aliran darah ke folikel rambut, kan membuat rambut kuat sekalipun menjadi kelaparan (kekurangan nutrisi) yang mengakibatkan rambut rontok parah dalam jenis efluvium anagen, ujar William Gaunitz, WTS, ahli trikologi bersertifikat.

"Karena ketersediaan nutrisi penting tertentu seperti serum Fe (besi) dan ferritin ke rambut dapat berkurang selama virus aktif hingga menyebabkan kerontokan rambut parah. Sehingga jika sembuh dari sakit diperkirakan kerontokan rambut juga dapat sembuh," tambah Dr. Gaunitz.

6. Kepatuhan
Karena banyak rutinitas seperti kontrol ke dokter dan aktivitas fisik yang ditinggalkan selama lockdown, dan banyak yang mengabaikan strategi retensi rambut mereka.

Untuk mengatasi rambut rontok, lakukanlah hal-hal berikut ini.


1. Rawat rambut dan kulit kepala Anda dengan sangat lembut. Hindari produk yang keras dan scrub kulit kepala.

2. Gunakan pengaturan panas rendah pada alat penata rambut Anda. Gunakan pengering rambut atau alat styling termal pada pengaturan panas terendah. Atau, jika memungkinkan, hentikan penggunaan alat styling atau pemanas Anda sama sekali. Panas yang berlebihan dapat merusak rambut.

3. Biarkan rambut tergerai. Jangan memakai kuncir kuda atau kepang ketat yang dapat membuat rambut dan kulit kepala Anda stres. Kuncir kuda yang ketat atau terlalu banyak ketegangan pada kulit kepala sebenarnya mendorong lebih banyak kerusakan rambut.

4. Makan makanan sehat. Makanan tinggi protein terkait dengan pertumbuhan rambut, misalnya telur, ikan, dan alpukat.

5. Pastikan Anda mendapatkan cukup vitamin D. Jika tidak, konsumsi suplemen. Anda dapat mengetahui apakah kadar vitamin D Anda terlalu rendah melalui tes darah. Cobalah untuk menghabiskan setidaknya 10 hingga 30 menit sehari berjemur di bawah sinar matahari beberapa hari dalam seminggu, saran Reynolds.



Share:

Jenis - jenis Makanan yang Cocok untuk Mencegah Rambut Rontok


KartuVIPQQ - Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok bisa dijadikan konsumsi harian. Penyebab rambut rontok ini biasanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan, kekurangan vitamin, sirkulasi darah, faktor genetik, stres, hingga kulit kepala yang tidak bersih. 

Rambut rontok ini tentunya sudah menjadi masalah umum bagi wanita maupun pria setiap harinya. Walaupun begitu, kamu bisa menghindari masalah rambut rontok ini dengan mengonsumsi beberapa makanan tertentu.

Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok dipengaruhi oleh kandungan nutrisinya. Apalagi, salah satu penyebab rambut roncok adalah berkurangnya konsumsi protein, zinc, vitamin D, serta nutrisi lainnya, sehingga pertumbuhan rambut jadi terganggu.

Berikut  rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (8/8/2020) tentang makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok.

Telur dan Sayuran Hijau


Telur

Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok pertama adalah telur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, rambut rontok bisa terjadi karena tubuh kekurangan asupan protein. Apalagi, rambut sebagian besar terdiri dari protein.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan asupan protein tetap baik dengan mengonsumsi telur. Bahan makanan ini dipercaya menjadi salah satu sumber protein terbaik untuk tubuh. Kamu juga bisa mengonsumsi telur dan yoghurt untuk mendapatkan nutrisi penting seperti protein, vitamin B12, zat besi, seng dan asam lemak omega 6 untuk pertumbuhan rambut yang sehat.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam yang mengandung zat besi, vitamin A dan C, dan juga protein juga sangat baik untuk rambut. Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok ini bahkan juga mengandung sebum yang bertindak sebagai kondisioner alami untuk kesehatan rambut.

Ketika kamu kekurangan zat besi, oksigen dan nutrisi tidak dapat diangkut ke akar rambut dan folikel. Akibatnya, pertumbuhan rambut akan terhambat dan kamu akan mengalami rambut rontok secara terus menerus. Tidak hanya itu, bayam yang juga mengandung asam omega-3, magnesium, kalium, dan kalsium bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut berkilau.

Kacang-kacangan dan Makanan yang Kaya Vitamin C


Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga bisa menjadi salah satu makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok. Kamu dapat menambahkan kacang-kacangan, seperti kenari dan almond yang mengandung biotin, vitamin B (B1, B6 dan B9), dan Vitamin E, kaya akan protein dan magnesium.

Semua kandungan tersebut berkhasiat untuk kutikula rambut dan menyehatkan kulit kepala, sehingga rambut tontok dapat dihindari. Bahkan, dengan kandungan asam lemak omega-3 pada kenari dan biji rami, kamu bisa mendapatkan rambut yang subur dan tebal.

Makanan yang Kaya Vitamin C

Makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk juga ampuh untuk mencegah rambut rontok. Hal ini karena vitamin C dibutuhkan tubuh untuk menyerap zat besi. Tidak hanya jeruk, kamu juga bisa mengonsumsi pepaya, blueberry, jeruk nipis dan kiwi yang kaya kandungan vitamin C. Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok ini dapat mengurangi rontok karena radikal bebas.

Vitamin C juga penting untuk memproduksi kolagen yang dapat terhubung dengan pembuluh kapiler pada batang rambut. Terpenuhinya kebutuhan vitamin C akan membuat rambut tumbuh lebih cepat. Selain itu, asupan nutrisi bagi rambut pun menjadi teratur dengan konsumsi makanan yang kaya vitamin C tersebut.

Wortel dan Alpukat


Wortel

Makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok berikutnya adalah wortel. Mengonsumsi jus wortel yang kaya akan vitamin A akan membuat rambut dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, vitamin A juga membantu memproduksi minyak sebum alami yang dapat menjaga akar rambut tetap sehat.

Alpukat

Alpukat juga merupakan salah satu makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok. Rambut membutuhkan asupan vitamin E. Salah satu makanan yang mengandung vitamin E adalah alpukat. Vitamin E dapat meningkatkan sirkulasi darah untuk membantu folikel rambut bekerja lebih efisien, sehingga rambut pun tumbuh lebih cepat. Tak hanya itu, konsumsi alpukat pun dapat menjaga kadar minyak dan pH seimbang pada rambut.

Itulah beberapa makanan yang baik untuk mencegah rambut rontok. Kamu bisa menjadikan makanan-makanan tersebut sebagai konsumsi sehari-hari agar tubuh sehat.
Share:

Hati-Hati ! 6 Penyakit yang Ditandai dengan Rambut Rontok


KartuVIPQQ - Dewasa ini, banyak orang yang mengalami masalah rambut rontok. Banyak yang mengira rambut rontok terjadi karena salah menggunakan shampo atau tidak cocok dengan shampo tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memilih shampo dan kondisioner dengan formula tepatyang mampu menutrisi rambut serta kulit kepala secara menyeluruh. Seperti PANTENES hampo Perawatan Rambut Rontok dan Pantene Conditioner 3 Minutes Miracle Hair FallControl.

Teknologi Keratin Damage Blockers dan Pro Vitamin di dalam PANTENE Shampo Perawatan Rambut Rontok dan Pantene Conditioner 3 Minutes Miracle Hair Fall Control membantu mencegah rambut patah akibat kerusakan dari panas terik ataupun efek panas dari penataan rambut, sehingga memperkuat rambut dari akar hingga ujung. Dengan penggunaan teratur, rambut rontok bisa berkurang hingga 98%.

Selain faktor pemilihan produk perawatan rambut, ada beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Sebenarnya, rambut rontok merupakan suatu masalah yang normal terjadi pada setiap orang. Penyebab rambut rontok pun beragam, mulai dari perawatan yang kurang baik, hingga bisa juga karena faktor genetis yang menyebabkan rambut tumbuh terlalu tipis. Namun, ternyata ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan rambut rontok.

Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok tidak bisa disepelekan. Kamu perlu memperhatikan kesehatan dengan lebih teliti karena hal ini bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya.

Jika rambut rontok secara terus menerus, sebaiknya kamu segera memeriksakannya ke dokter. Berikut rangkum tentang penyakit yang ditandai dengan rambut rontok dari berbagai sumber, Kamis (19/9/2019).

Anemia

Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok pertama adalah anemia. Anemia atau kekurangan zat besi bisa menyebabkan kerontokan rambut. Pasalnya, jumlah sel darah merah yang kurang dari batas normal bisa menyebabkan kelelahan yang ekstrem dan kulit pucat.

Rontoknya rambut karena jenis anemia ini dapat terjadi karena absennya sel darah merah yang bertugas mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Karena kulit kepala berada di ujung tubuh, darah yang mengalir sudah kehabisan oksigen. Karena itulah rambut menjadi kekurangan energi dan akhirnya mudah rontok. 

Gejala lain dari anemia adalah sakit kepala, sulit berkonsentrasi, tangan dan kaki dingin, serta kerontokan rambut. Oleh karena itu, penderita anemia disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi untuk membuat sel darah merah penderita menjadi normal.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana tubuh kekurangan hormon tiroid. Hal ini biasa dialami oleh wanita. Padahal, hormon tersebut bertanggung jawab terhadap metabolisme tubuh yang akan menyuplai oksigen untuk pertumbuhan rambut, kuku dan kulit.

Jika hal tersebut tidak berjalan dengan semestinya, maka akan mengakibatkan kerontokan rambut. Gejala lain yang muncul adalah tubuh mudah lelah, konstipasi, bertambahnya berat badan, dan sulit konsentrasi. Jadi, saat rambut mengalami gejala rontok kamu harus memperhatikan apakah kamu terkena hipotiroidisme atau tidak.

Alopecia Areata

Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok selanjutnya adalah Alopecia Areata. Sama halnya dengan anemia, penyakit ini merupakan penyakit auto imun yang menyebabkan peradangan kronis hingga memengaruhi folikel rambut.

Beberapa gejala yang muncul akibat alopecia areata adalah kemunculan tiba-tiba pola melingkar halus dan bintik pitak pada kulit kepala, jenggot, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Kondisi tersebut disebabkan sel-T, antibodi yang ditemukan pada struktur folikel rambut yang diperantarai oleh mekanisme autoimun yang cenderung terjadi secara genetik.

Androgenetic alopecia

Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok selanjutnya adalah Androgenetic alopecia. Selain membuat terlihat seperti orang tua, alopecia juga menyebabkan kerontokan yang cukup banyak. Rambut akan menipis pada seluruh kepala tapi jarang mengalami kebotakan total. Akan tetapi, beberapa penderita bahkan ada yang sampai mengalami kebotakan.

Polycytic ovary syndrome (PCOS)

Selanjutnya, penyakit yang ditandai dengan rambut rontok adalah PCOS. PCOS adalah kondisi terganggunya fungsi ovarium akibat kadar hormon yang tidak normal. PCOS adalah penyakit yang dapat memicu kerontokan rambut.

Tidak hanya itu, PCOS juga bisa memicu pertumbuhan rambut pada wajah, menstruasi yang tidak teratur, jerawat, dan kista pada ovarium. Kondisi ini adalah keadaan di mana indung telur mengandung 12 folikel atau lebih.

Anagen Effluvuium

Perawatan dan kemoterapi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. Anagen Efflivuium biasanya disebabkan perawatan medis yang digunakan untuk penderita kanker. Misalnya, kemoterapi yang menjadi salah satu penyebab kerontokan rambut karena efek samping dari pengobatan tersebut. Namun, jika perawatan kemoterapi ini telah selesai dilakukan, biasanya rambut akan kebali tumbuh.
Share:


Entri yang Diunggulkan

4 Titik sensitif wanita yang tersembunyi